Senin, November 24, 2008

Indonesia Kids' Choice Awards:Karbitisasi anak-anak Indonesia



"Indonesia Kid's Choice Awards 2008 adalah Acara penghargaan Pertama di Asia. Acara ini akan disiarkan langsung dari Balai Sarbini pada hari Sabtu 29 November 2008. Acara ini juga pandu oleh Tora Sudiro, Tasya, Ringgo Agus Rahman, serta penampilan dari Nidji, D'Massive, Gita Gutawa, Cinta Laura, Sind3ntosca, Afgan, Project Pop dan lain-lain."

Begitulah kalimat pembuka dari halaman muka sebuah situs salah satu televisi swasta di Indonesia. Mungkin rangkaian kalimatnya akan terkesan awam bagi yang sudah tidak bisa lagi dikategorikan sebagai anak- anak, tapi coba perhatikan bintang tamu ataupun kategori-kategori yang ada pada awards tersebut. Maka terlihat sebuah ironi bahwa ajang yang diperuntukkan untuk anak-anak tersebut tidaklah berbeda dengan ajang lain yang sejenis dan dengan kategori tontonan orang dewasa .
Indonesia Kids' Choice Awards 2008 (IKCA 2008) terdiri atas sembilan nominasi. Nominasi tersebut adalah :

  1. Artis wanita favorit (Cinta Laura, Luna Maya, Shireeen Sungkar, Marshanda)
  2. Artis pria favorit (Dude Herlino, Teuku Wisnu, Raffi Ahmad, Tora Sudiro)
  3. Penyanyi wanita favorit (Agnes M, Gita Gutawa, Bunga C. Lestari, Cinta Laura)
  4. Penyanyi pria favorit (Afgan, Ari Lasso, Glen Fredly, Delon)
  5. Pembawa acara favorit (Ruben, Eko Patrio, Indra Bekti, VJ. Daniel)
  6. Kartun favorit (Naruto, DOraemon, Spongebob, Avatar)
  7. Grup Band favorit (Ungu, The Changcuters, D'massiv, Project Pop)
  8. Atlet favorit (Taufik Hidayat, Bambang Pamungkas, Maria Christine, Chriss John)
  9. Wanna Be (Cinta Laura, Agnes Monica, Afgan, Raffi Ahmad)
Dari sembilan nominasi yang ada hanya ada dua nominasi saja yang diperuntukkan untuk anak-anak yaitu kartun favorit (nominasi ke-6) dan atlet favorit (nominasi ke-8) . Adapun nominasi yang lain lebih tepat ditujukan untuk ajang sejenis dengan kategori tontonan orang dewasa. Hal ini bukan berarti anak-anak tidak boleh menjadikan orang dewasa sebagai idola mereka, tetapi lebih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan tentang kurangnya panutan dari lingkungan anak-anak itu sendiri. Kondisi ini tentulah berefek pada pola peniruan perilaku idola atau panutan tersebut yang menjadikan anak-anak berperilaku ataupun berpenampilan yang tidak sesuai dengan karakteristik usia mereka.
Kalau diperhatikan anak-anak disekitar kita, cobalah dengar sekali-kali lyrik lagu yang dinyanyikan anak-anak usia SD ataupun TK. Mereka umumnya menyanyikan tentang lagu cinta atau sesuatu yang belum mereka mengerti sama sekali diusia mereka. Tidak hanya itu, kata-kata kasar ataupun tindak kekerasan sering kali mereka tiru dari tayangan televisi. Menurut
penelitian yang dilakukan Liebert dan Baron, menunjukkan hasil: anak yang menonton program televisi yang menampilkan adegan kekerasan memiliki keinginan lebih untuk berbuat kekerasan terhadap anak lain, dibandingkan dengan anak yang menonton program netral (tidak mengandung unsur kekerasan).(http://www.e-psikologi.com/anak/180402.htm. Diakses pada 25/11/2008 Pukul 10.20 Wita).
Tayangan IKCA 2008 makin menegaskan kondisi memprihatinkan buat perkembangan anak-anak Indonesia dengan nominasi-nominasi yang ada di dalamnya.
Metode penjuriannya pun melalui mekanisme terbuka yakni voting melalui situs resmi di internet dan pengiriman SMS ke nomor premium yang tentu saja tidak serta merta menunjukkan bahwa pemilihnya adalah anak-anak ataupun menjadikan bahwa acara ini merepresentasikan suara anak-anak Indonesia. Komnas anak yang menaungi masalah perlindungan hak-hak anak seharusnya tanggap melihat kondisi seperti ini. Bukan hanya tanggap pada masalah-masalah yang bersifat buah permasalahan seperti Ulfah dan suaminya Syekh Puji, tapi lebih tanggap terhadap akar permasalahannya.

Tidak ada komentar: